Wednesday, October 14, 2009

Denni The Hero part 2

Previous: Part 1

from old blog http://karyaindonesiaku.blogspot.com (not exist)

"bah gawat reputasi ane turun nih. anjlok. OMG." Denni ngebatin.

memang dapat disimpulkan Denni akan terkena masalah besar karna telah membuat Presiden Maw Vin terkena iritasi kulit. Dokterpun tidak dapat menyelesaikannya, karna lotion yang digunakan super mahal dan TERNYATA lotion itu adalah bahan racikan Denni yang menggunakan bahan yang tak teridentifikasi.

malamnya setelah kejadian, Denni terus berpikir. entah apa yang dipikirkan antara obat untuk menyembuhkan atau ..... bisa ditebaklah pikiran Denni seperti apa. KOTOR. haha. hanya tinggal bulan yang menyinari rumah penjaga pantai itu. rembulan yang indah dihiasi bintang yang sangat cocok untuk mendekati perempuan pujaan. sayangnya Denni yang terkenal tak memiliki perempuan pujaan karna ia lebih memetingkan kenyamanan pengguna pantai. makanya ia adalah sang teladan yang berani berela korban untuk orang lain.

di tengah malam yang sunyi terdengar suara seperti sebuah kaca yang dilempar dan pecah. Denni kaget dan keluar. ia berdiri mengambil obor dan keluar. eng-ing-eng. ada sebuah botol kaca yang berisi surat didalamnya. message on the BOTOL. dipecahkan botol itu dan segera dibaca surat itu.

begini isinya :
suatu ketika ada seorang lelaki yang sangat populer, tapi dibalik kepopulerannya, ia pernah melakukan kesalahan yang fatal. ia pernah salah meminum botol, sedangkan botol yang ia minum adalah milik perempuan. kejadian ini sangat fatal, bila lelaki itu terkena AIDS maka perempuan itu akan terkena AIDS juga. masalah tak sampai di situ, ada seorang perempuan lagi yang meminum dari botol perempuan pertama. karna masalah ini sang lelaki ketinggalan keretanya dan ia harus terperangkap dalam masalahnya.

singkat cerita kalau lu ada masalah, renungkan dan jangan sampai ketinggalan kereta dan kehilangnan kepopuleran lu. bersikaplah tenang dan bijaksana.

"OMG, isinya bisa sama kaya yang gue alamin. WTF ?!" Denni ngebatin lagi.

sebuah kebetulan, Denni bisa mendapat sebuah pesan yang memang tak sengaja sama dengan yang lagi ia alami.

<><><><>

besok paginya Denni dengan gagah datang kepada Presiden Maw Vin yang sedang terkapar di pasir, karna tubuhnya yang terbakar, beliau tak mampu menggerakkan tubuhnya. para wisatawan maupun pengguna pantai melirik sinis kepada Denni. Denni merasa gugup. lifeguard terkemuka dengan muka yang sangat bersih putih tanpa noda, sekarang menjadi ternoda hitam dan jelek.

karna gugup logat khas batak Denni keluar dengan kentalnya.
"Maw Vin, saye punya penawar untuk penyakit awak. awak bise suruh pengawel awak tuk oleskan ini. ini untuk kebaikan awak juga."
bahasa batak itu biasanya keras dan tegas. sehingga terlihat seperti Denni sedang marah-marah kepada presiden. para bodyguard tidak diam saja. mereka memanggil polisi dan penegak hukum untuk menuntut Denni.

Denni kaget karna ini kasus pertamanya. ia sadar bahwa dirinya memang seperti itu.
dunia memang kejam apalagi yang kita tahu bahwa di negar china suku mereka hanya sedikit. banggalah pada INDONESIA karna mereka harmonis tergabung walaupun berbeda suku. NO SARA.

mendengar suara keras, tegas, dan lantang Denni. Presiden Maw Vin meneteskan air mata. beliau menangis, bodyguard kaget, wisatawan kaget dan pengunjung kaget. Denni merasa tidak bersalah karna menganggap Presiden sedang bercanda atau lebai. Presiden menangis tersedu-sedu, karna malu dilihat orang. beliau berlari terkencing-kencing sambil menutup mukanya dengan kedua tangan. para bodyguard tambah murka. FBI, CSI, KAPOLRI, dan KOPASSUS untuk menjaga ketenangan.

Denni yang merasa tak bersalah tak terima dipanggil sebagai pembuat masalah. maka dari itu ia memanggil para aktor dan aktris baywatch sebagai inspirasi dia untuk menjadi lifeguard, lalu kepala adat, masyarakat sekitar, para seluncurman and woman untuk membela dia.

dan apakah yang akan terjadi ? apakah Denni akan menjadi the suspects ?? dan diperiksa lebih lanjut ??

BERSAMBUNG LAGI GAN ...

ditunggu aja part 3nya. just for fun, gak ada unsur saling mencaci maki dan SARA.
peace buat semua. salam damai dari penulis.


Nesxt: Part 3

Read more!

Tuesday, October 13, 2009

Denni The Hero part 1

from old blog http://karyaindonesiaku.blogspot.com (not exist)

"Tolooong"
"Tolooong"

teriakan minta tolong terdengar dari pantai bagian timur. Denni selaku penjaga pantai, bersiaga. menyimak dengan baik suara tersebut. tersentaklah dia, segera bangun dan mengambil teropong. ia melihat ke arah pantai. ada anak kecil yang hampir tenggelam. cepat-cepat lah Denni menuruni tangga, tidak lupa membawa pelampung untuk bantuan.

ia berlari di dalam laut, walau gelombang pada saat itu besar dan tinggi. Denni tetap maju. sesuai dengan mottonya "Keselamatan adalah prioritas, kekuatan adalah realiti". ia loncat agar mudah untuk berenang. gelombang makin tinggi, menyulitkan padangannya karna pasir yang terbawa. tak putus asa denni mengeluarkan jam ajaibnya. ditekannya jam itu, dan eng-ing-eng. Denni berubah. menjadi superhero yang selalu didambakan. namanya DD dolphin den.

akhirnya diselamatkan anak itu, dan banyak orang yang terkagum-kagum melihat perbuatan Denni. mereka memberi tepuk tangan yang keras atas usahanya. Denni yang pemalu segera lari ke rumah penjaga pantai, setelah ia berubah menjadi normal lagi.

sudah bukan rahasia lagi, bahwa Denni adalah seorang yang baik hati, tegas, tidak sombong dan pintar. Denni berusaha memberikan kenyamanan yang lebih untuk pengguna pantai. walaupun ia disuru mengambil atau membelikan barang, ia mau. bukan menjadi pembokat melainkan menjadi pelayan yang membantu juga menolong.

<><><>

suatu hari ada kunjungan dari negara tetangga, Denni berkebangsaan Indonesia. presiden dari china, namanya Maw Vin Man. dipanggil pak Maw Vin. Denni yang tak bisa berbahasa china, gugup saat dikenalkan kepada presiden itu.

"siang pak saya tidak bisa bahasa cina." kata Denni.
"wo bu che tao." kata Maw Vin.

yang perbincangan yang singkat tapi mengandung banyak arti itu selesai sudah. jadwal yang ingin dilakukan adalah, presiden Maw Vin ingin bermain pantai di tempat Denni mengawas. sehingga perkenalan tadi dimaksudkan agar Denni mengenal dan bisa menolong presiden Maw Vin.

setelah 3 jam berlalu, tiba-tiba presiden Maw Vin yang dari tadi tiduran di pasir, bangun dan berteriak. kencang sekali suaranya.

"cin dua. cin hin. cin capek."

Denni yang tidak mengerti diam saja. bodyguard Maw Vin malah memarahi Denni yang diam saja melihat pak presiden mulai meneteskan air mata.

"ni tak tau malu aa. presiden gua lagi panas ente gak bantuin !"

Denni kaget, bodyguardnya bisa bahasa indonesia.

"bapak saya tidak tahu, bapak yang disana itu sedang kepanasan." logat batak yang khas keluar dari mulutnya yang comel oleh pasir.

Denni segera mengeluarkan sunblock atau lotion yang amat sangat mahal untuk digunakan ke Pak Maw Vin. setelah dioleskan, berapa menit kemudian. badan Pak Maw Vin mulai gatal-gatal dan memerah ini bertanda beliau terkena iritasi. Denni kaget, dan sumringai wajahnya ketakutan dituntut.

para pengguna pantai mulai membicarakan Denni, reputasi Denni akan hancur apa yang harus dilakukan Denni ?? ditunggu aja part 2nya.


BERSAMBUNG DEH GAN ....
APAKAH DENNI BISA MENJADI HERO DALAM SALEP KULIT ?? DISIMAK DAN DITUNGGU AJA.


Next: Part 2

Read more!

Sunday, September 27, 2009

Tiga

from old blog http://karyaindonesiaku.blogspot.com (not exist)

Hasrat untuk memiliki muncul terus dalam benakku. Ini sudah kedua kalinya aku menyatakan cinta pada dia, Clara pujaan hatiku. Aku terus berangan-angan menjadi pria pujaannya dah duduk di sampingnya. Tak terbayangkan bagaimana rasa senang yang melandaku nanti. Namun, tak semudah itu karna aku harus bersaing dengan penggemar Clara. Sungguh sulit hidup ini.

Namaku Alex, manusia semi-gendut, berkacamata, dan berbadan tinggi. Kegemaranku adalah membaca jadi tak salah bila aku bertemu dengan Clara, kan aku buatkan puisi terus. Clara, manusia berbadan ideal, berwajah wauw, dan otak yang cerdas. Tidak sepertiku, otakku yang hanya satu cc ini tak akan mudah untuk mengalahkan otak Clara yang 1000x lipat dariku. Tidak heran Clara lebih unggul dariku, namun kami saling menutupi kekurangan dan menjadikan kami pasangan yang serasi tapi itu hanya di mimpi saja, pada kenyataannya aku hanya pria biasa yang tidak memiliki kekuatan khusus. Hanya imajinasi yang aku punya.

Kini sudah tiga bulan pasca penembakan keduaku yang berujung gagal. Sayang sekali, padahal sedikit lagi aku dapat meraihnya, tetapi aku percaya, Clara akan jadi milikku. Kukumpulkan lagi kepercayaan diriku dan aku pergi menghadap Clara yang kebetulan ada di kantin bersama teman-temannya. Awalnya aku ingin mendekati, namun mereka keburu pergi. Jadinya aku tunda penembakkan ini seminggu lagi.

Bagaimana hidupku selama seminggu itu ? Hari-hari kutempuh dengan tanda tanya. Apakah aku berani yah ? Apakah dia mau menerima aku ? Aku berbicaranya diam-diam atau langsung di depan teman-temannya yah ? Sungguh untuk yang ketiga kalinya ini aku sangat gugup, saat istirahatpun aku tak bisa memalingkan wajah dari Clara, sampai akhirnya teman Clara, Putri, melihatku dan tersenyum melambaikan tangan dan memanggilku untuk duduk di sebelah Clara. Wajahku memerah seberti buah apel. Seketika itu juga Clara berbalik dan tersenyum kepadaku. Berbunga-bunga hatiku, jantungku terasa berhenti, aku gugup, gugup sekali. Aku tak bisa tersenyum, tubuhku kaku. Baru setelah Clara pergi aku dapat mengendalikan tubuhku lagi.

Sungguh besar cinta yang kumiliki untuk Clara, tidak dapat kutampung lagi. Sesampai di rumah, aku langsung membanting diri ke kasur dan mengistirahatkan tubuhku. Seperti biasa aku langsung tidur. Aku bermimpi bertemu dengan Clara dan menyatakan cintaku.

“Clar, aku sayang kamu.”

“Aku juga. Lex aku sayang kamu.”

“So.. Sweet ..” kata benakku dan aku terbangun dari mimpi yang tak akan terwujud itu.

Hari sudah gelap menunjukkan matahari sudah pergi dan diganti oleh bulan. Aku bersiap-siap membereskan buku untuk pelajaran esok hari. Saat sedang membereskan buku, handphoneku berdering meminta perhatianku. Di situ terpampang jelas nama Clara. Kuambil segera handphoneku dan kubaca surat pendek itu alias sms.

Hari sudah malam, tapi aku tidak lupa mengatakan hai kepadamu. Hai Alex.
Segera saja kubalas.
Tiada hari tanpa kata hai, jadi hai juga Clar.

Setelah itu kita berbalas-balas sms sampai sekitar jam sembilan baru dihentikan, karena Clara sudah mau tidur. Sudah dua jama terasa seperti dua menit. Sungguh, jika aku menjadi manusia super, akan kuputar lagi waktu, dan melanjutkan kesenangan itu berulang-ulang dengannya. Ironis, manusia adalah manusia, bukan manusia super, sekeras keinginan kita tidak akan mudah mencapainya karena membutuhkan kerja keras.

Tak tahan serangan kantuk yang diterimaku, aku tertidur. Pulas. Nyenyak. Mendengkur keras sekali. Tidurku menjadi berirama karena dengkuranku dan bunyi jangkrik bercampur dan menjadi irama seperti ini.

Grook grook kriik
Grook grook kriik
Grook grook kriik

Loh kok kayaknya lagu we will rock you sih. Sungguh dunia tidak ditebak, ternyata saat aku tidur, aku berubah menjadi penyanyi. Mimpi apa aku semalam.

Pagi hari yang cerah, tidak bertanda untuk hujan. Tahukan anda matahari cerah menandakan hari ini akan menjadi hari yang indah ? Teori ini dikemukakan oleh Alex, aku sendiri. Saat mandi aku bersenandung, tidak jelas nadanya tetapi sangat jelas olehku karena aku yang menyanyikannya. Kuputuskan hari ini aku akan mengemukakan perasaanku untuk yang ketiga kalinya. Kupercepat karena hatiku memberontak terus-menerus.

Kuperkuat langkah kakiku menuju gerbang sekolah yang makin mendebarkan. Tiba saatnya aku menyatakan cintaku kepadanya. Aku datangi Clara dan mengutarakan perasaanku.

“Clar, sebenarnya aku … aku …” aku sungguh gugup, sedari tadi kakiku bergetar tak bisa menahan grogi yang berlebihan.

“Yah ada apa ?” tanya Clara. Sepertinya ia bingung dan masih belum menyadari.

“Aku suka padamu, maukah kau menjadi pacarku ?” bibirku bergerak sendiri, berkeringat dinginlah aku. Kakiku terus bergetar. Seketika itu juga aku ingat dengan perkataan temanku. “Saat berbicara dengan Clara tatap matanya.” aku yang sedari tadi menunduk sembari menahan getaran di kakiku langsung menatap mata Clara.

“Maaf aku tidak bisa.”

Dor dor dor
Duar duar duar

Aku terdiam kaku. Aku tidak bisa mendengar dengan baik jadi kutanyakan lagi ke Clara. “Clar, tadi kamu ngomong apa ?”

“Maaf aku tidak bisa.”

Aku diam mematung, tidak bisa kuterima lagi dengan akal sehat. Lalu Clara pergi meninggalkanku. Aku terus berdiri mematung, sampai akhirnya aku tersadar dari perasaan patung tadi itu.

Ini sudah ketiga kalinya aku mengucapkan ‘aku sayang padanya, aku suka padanya, maukah kau jadi pacarku ?’ tahukah jawabannya ? ‘maaf aku tidak bisa’. Kata-kata itu menampar keras hatiku. Hatiku terluka, sudah lama sekali kutunggu. Sekarang ia pergi berlalu. Tidak tentu arah. Sudah tiga tahun berlalu sejak aku menyukai kelas satu SMP. Selama tiga tahun juga aku bersabar untuk tidak terburu-buru. Namun tetap saja ia tidak menerimaku. Aku hanya bisa menerima.

Banyak orang berpikir bahwa giliran yang ketiga itu mereka akan menyerah, dan itu berlaku juga padaku. Aku menyerah sekarang. Aku sudah tak kuat lagi. Ini yang ketiga kalinya dan untuk selama-lamanya.

TAMAT
Read more!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...